Usia Tepat Anak Belajar Tentang Uang

Usia berapakah saat yang tepat untuk mengajarkan perencanaan keuangan pada anak?

Sering saya mendapatkan pertanyaan bagaimana caranya mengajari anak mengenai perencanaan keuangan sejak dini. Apaladi untuk anak-anak yang masih berusia di bawah 10 tahun. Apakah mungkin mengajari anak kecil tentang perencanaan keuangan?

Konsep mengenai uang tidak mudah dipahami oleh anak-anak. Namun yang membuat seorang anak menjadi konsumtif adalah kebiasaan orangtua yang sering membelikan mainan dan tidak memiliki kemampuan yang cukup bijak untuk menolak. Akibatnya hal-hal ini menjadi kebiasaan dan anak-anak di bawah umur ini hanya bisa meminta tanpa sepenuhnya mengerti konsep dan arti uang tersebut.

Nah sebagai orangtua yang bijak, bukan berarti kita tidak bisa mengajarkan perencanaan keuangan sejak dini pada anak. Namun tentunya pendekatan antara anak usia 5-7 tahun, dan 9-12 tahun, sangat berbeda dengan pendekatan finansial untuk anak remaja.

Jadi inilah 5 hal yang bisa kita lakukan untuk mengajarkan perencanaan keuangan untuk anak sejak dini

  • Perkenalkan konsep uang pada anak dengan system tugas

Anak usia 5-9 tahun belum akan mengerti akan konsep uang. Yang mereka pahami adalah orangtua selalu memiliki uang dan uang keluar dari atm.

Sebagai orangtua kita harus memberikan pengertian kalau ada kerja yang harus dilakukan agar seseorang mendapatkan uang.  Untuk itu konversikan bentuk pekerjaan dengan apa yang mereka inginkan, dan secara langsung kita malah mengajarkan mereka untuk disiplin. Contoh: satu bintang di konversikan ke Rp. 1.000,- sehingga ketika anak menginginkan sesuatu maka ia harus bekerja agar mendapatkan sekian bintang sesuai konversinya.

Satu bintang bisa ia dapatkan dengan membereskan tempat tidurnya, menaruh pakaian kotor di tempatnya, mandi sebelum jam 5 sore misalnya, makan brokoli atau sayura, dan lain-lain. Sementara untuk anak usia 10-15 tahun akan memiliki keinginan dan konsep yang sudah lebih dalam mengenai keuangan, jadi bisa disesuaikan.

  • Bantu mereka membuat tujuan keuangan

Tujuan keuangan sangat penting bagi seorang anak karena akan memberikannya motivasi tanpa mengiming-imingi dan ia menjadi sadar kalau ada pekerjaan yang harus ia lakukan untuk mendapatkan sesuatu. Tanpa tujuan keuangan, atau tujuan akan sesuatu yang diinginkan, akan sulit bagi seorang anak untuk membayangkan kalau kerja kerasnya akan membawa hasil.

  • Negosiasi dan timbulkan kesepakatan pada anak tentang pekerjaan yang mereka bisa lakukan untuk mendapatkan penghargaan 

Setiap anak akan memiliki kemampuan dan kebisaan yang berbeda. Untuk itu ajak bicaralah anak-anak dan negosiasikan tentang apa yang bisa dilakukan sebagai kesepakatan bersama agar ia bisa mencapai tujuan keuangannya, dan kita malah bisa terbantukan dalam mengerjakan pekerjaan rumah untuknya.

Tentu pekerjaan yang bisa kita berikan untuk anak usia 5-9 tahun berbeda dengan anak usia 10-15 tahun dan lebih. Untuk itu kita bisa memanfaatkan kepentingan mereka sebagai pembelajaran disiplin juga atas apa yang bisa kerjakan sendiri di rumah dan selama ini malah menjadi beban pikiran kita.

  1. Bantu mereka untuk memahami pengertian antara keinginan dan kebutuhan

Anak-anak sering tidak paham tentang apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka butuhkan. Dan keinginan anak usia 5-9 tahun juga berbeda dengan anak usia 10-15 tahun. Apalagi anak-anak remaja 16-19 tahun.

Pengertian antara keinginan dan kebutuhan adalah berbeda juga bagi tiap keluarga. Kebutuhan adalah suatu bentuk benda yang menambah nilai manfaatnya untuk si anak. Jadi bisa mempermudah segala macam bentuk aktivitasnya sehari-hari. Sementara keinginan adalah sesuatu yang setelah dimiliki malah tidak membuat seseorang menjadi bahagia. Karena ada ego yang terselip di sana.

Tanyakan terlebih dahulu pada anak apakah mereka benar-benar membutuhkan sesuatu, atau hanya sekedar ingin?

  • Bantu mereka untuk memiliki buku tabungan pribadi

Buku tabungan juga berperan untuk memonitor apakah tabungan yang mereka miliki sudah mencukup dan kemana saja selama ini pengeluaran yang mereka lakukan. Dengan pengadaan buku tabungan, anak-anak juga akan diajar sejak dini mengenai tanggung jawab keuangan mereka, dan belajar mengelola keuangannya dengan lebih baik. Jadi usia berapakan yang tepat untuk mengajarkan keuangan pada anak? Jawabannya: di semua usia pada saat orangtuanya sudah siap untuk mengajarkan perencanaan keuangan pada anak. Nah, apakah kita sebagai orangtua juga sudah memiliki perencanaan keuangan yang baik?

Published by pritaghozie

Co-founder & CEO ZAP Finance | Financial Planner & Educator | Book Author | Mother & wife.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: