Setiap bulan penghasilan seperti lewat saja? Lalu, penghasilan terus ada, tetapi boros terus setiap bulannya? Ternyata,masalah klasik ini banyak dialami oleh kalangan muda di Indonesia. Berdasarkan riset yang saya lakukan di tahun 2013, salah satu faktor penyebabnya adalah tidak adanya pengelolaan keuangan yang baik.

Sebagai kaum muda yang produktif, kita sebaiknya memiliki rencana pengeluaran setiap bulan. Berdasarkan rencana tersebut, maka penghasilan yang diterima dapat dialokasikan kedalam berbagai pos-pos pengeluaran. Jaman dahulu, ibu rumah tangga kerap membagi pos-pos pengeluaran kedalam amplop yang memudahkan mereka untuk mengatur penghasilan. Namun, di jaman serba digital seperti saat ini, cara tersebut mulai terasa kuno karena lebih sulit untuk melakukan pelacakan terhadap pengeluaran yang sudah dilakukan.

Idealnya, setiap bulan penghasilan dibagi menjadi 3 pos alokasi besar, yaitu untuk pos hidup rutin atau living, pos dana darurat dan investasi atau saving, serta pos untuk gaya hidup atau playing. Anda bias mulai untuk membagi penghasilan bulanan kedalam 50% untuk pos living, 30% untuk pos saving, dan 20% untuk pos playing.

Sebagai perencana keuangan, saya sarankan setiap orang untuk memiliki 3 rekening digital yang dapat memudahkan untuk melakukan pengelolaan keuangan bulanan. Rekening tabungan yang memiliki ATM dan kartu debit saya sarankan digunakan untuk kebutuhan biaya harian, dompet elektronik saya sarankan digunakan untuk pengeluaran kecil. Sedangkan, pembayaran berbagai tagihan sebaiknya dilakukan dengan sistem transfer.

Bank Rakyat Indonesia sebagai salah satu bank terdepan di Indonesia, tidak ketinggalan dalam inovasi untuk dapat mendukung perencanaan keuangan yang lebih baik. Di tahun 2018 ini, BRI telah melakukan transformasi digital dengan meluncurkan berbagai macam inovasi diantaranya internet banking BRI yang lebih fresh dengan satu akun anda dapat mengakses ke lebih dari satu rekening yang anda miliki, hal ini dapat mengaplikasikan pengelolaan 3 pos alokasi pengeluaran di atas, yang menarik lagi semua itu dapat dilakukan melalui handphone dan tidak direpotkan lagi dengan menambah remote token karena HP merupakan token itu sendiri. Selain itu, kita juga dapat memanfaatkan fitur transfer otomatis yang dapat diatur tanggalnya, jadi begitu penghasilan masuk setiap bulannya dapat langsung terbagi kedalam 3 pos pengeluaran tersebut. Nah, BRI juga memiliki dompet elektronik bernama MyQR yang akan sangat memudahkan pengguna untuk dapat bertransaksi secara digital dimana pun.

Di luar itu semua saya juga surprised dengan beberapa terobosan BRI untuk UMKM, ada BRISpot yang memungkinkan proses pengajuan kredit UMKM hanya dalam waktu maksimal 2 hari saja, dan produk nasabah UMKMnya bisa tampil di portal Indonesia Mall yang mendukung UMKM go online.

Untuk yang ingin tau lebih banyak mengenai produk BRI, sekarang bisa langsung bertanya ke chatbot SABRINA on Voice (Smart BRI New Assistant). Jadi, #PakaiBRI akan membuat pengaturan keuangan milenial menjadi lebih mudah kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s