Pernah ngerasa ga sih, kalau pada bulan Ramadhan, pengeluaran keuangan umumnya membengkak?

Pos pengeluaran bulanan meski di bulan Ramadhan seharusnya hanya dibayarkan dengan penghasilan rutin yang diterima bulan itu alias gaji. Pengeluaran untuk acara buka bersama, sahur bersama, dan menu spesial lainnya sebenarnya hanya menggantikan waktu makan 3x sehari pada bulan-bulan lain.

Saat penghasilan terbatas namun kemauan tidak terbatas, maka prioritas pos pengeluaran Ramadhan adalah hal yang bijaksana untuk dilakukan. Sebagai perencana keuangan, saya punya tips prioritas budget selama bulan Ramadhan;

1. Pembayaran zakat wajib

Zakat fitrah dan fidyah sebaiknya tetap dibayarkan di bulan Ramadhan. Sumber dana dan alokasi persentasenya bisa bervariasi, selama pembayaran yang sifatnya wajib telah ditunaikan.

2. Pengeluaran rutin bulanan

Meski di bulan Ramadhan, biaya listrik, sekolah anak, dan lainnya tetap harus dibayarkan seperti biasa. Oleh sebab itu, usahakan untuk tidak menggunakan alokasi ini untuk pengeluaran lainnya. Sehatnya, alokasi untuk pengeluaran rutin bulanan hanya maksimal 50% dari penghasilan setiap bulannya.

3. Dana darurat

Pos alokasi dana darurat sangat penting disisihkan selama bulan Ramadhan. Jumlahnya usahakan berkisar antara 10% hingga 15% dari penghasilan bulanan. Dana darurat kerap digunakan untuk antisipasi apabila sepulang mudik atau liburan kelak dana operasional sudah menipis. Dana darurat sebaiknya dialokasikan di tabungan yang terpisah dengan rekening operasional harian.

4. Dana gaya hidup Ramadhan

BukBer mau pun sahur bersama sudah menjadi bagian dari gaya hidup masa kini di bulan Ramadhan. Meski silaturahmi memang harus dijaga, kesehatan keuangan juga jangan sampai kebablasan. Saya sarankan agar alokasi hingga 20% dari gaji dapat digunakan untuk pos ini. Misalkan gaji kamu sebesar Rp10 juta, maka bujet untuk gaya hidup Ramadhan menjadi sebesar Rp2 juta. Jika dibagi dalam 4 minggu, maka setiap minggunya kamu punya jatah untuk acara buka bersama sejumlah Rp500 ribu. Silakan atur dari alokasi ini acara mana saja yang akan dihadiri bilamana harus membeli makanan dan minuman sendiri.

5. Tabungan dan investasi

Jika memiliki kemampuan untuk menyisihkan lebih, maka penghasilan bulana tetap dialokasikan untuk pos investasi. Meski hanya Rp100 ribu, tetapi usahakan agar disiplin berinvestasi tidak dilupakan. Alternatifnya, kamu bisa menabung sebagian dari penghasilan untuk menambah bujet mudik di momen lebaran nanti.

Live a Beautiful Life!

Photosource: radarmalang.com