Branded Bag, Investasi atau Gengsi?

Banyak yang berkata bahwa membeli tas branded merupakan manifestasi gengsi belaka. Buat saya, tentu tidak! I love my bags…

Sebuah tas atau benda lainnya baru bisa dikatakan investasi apabila dari memiliki tas tersebut, Anda mengalami salah satu (bisa juga keduanya) dari hal dibawah ini:

  • Penghasilan bertambah karena tas branded digunakan untuk menunjang penampilan dalam bekerja. Indikatornya, jika Anda tidak punya tas tersebut, kredibilitas professional Anda mungkin terpengaruh. Tapi, kalau tanpa tas tersebut order tetap lancar, artinya tas bukan investasi.
  • Anda bisa menjual kembali tas tersebut dengan harga sama atau bahkan lebih tinggi. Artinya, selama durasi Anda menggunakan tas tersebut, biayanya adalah gratis.

Jika Anda butuh branded bag

Banyak trik dan tips untuk mensiasati hobi perempuan yang satu ini lho! Berikut beberapa diantaranya….

  1. Buat Wish-List tahunan

Sebagai financial planner, saya selalu mengajak semua perempuan untuk bikin wish-list. Setiap tahun, saya memasukkan pembelian branded bag kedalam wish-list. Nah, untuk tahun ini, ingin banget deh punya Prada Saffiano warna beige…..ada yang mau kasih ke saya?

  1. Buat Spending Plan berdasarkan Wish-List

Selalu ada 2 cara untuk membeli branded bag. Pertama, menggunakan dana dari arus kas tahunan seperti bonus atau THR. Kedua, menabung setiap bulan sampai dana mencapai target. Dari riset dan informasi yang saya dapatkan, untuk membeli sebuah Prada Saffiano, saya harus menyediakan dana setidaknya Rp. 18 juta (gassppp…). Untuk itu, saya pun harus menyiapkan Shopping Account khusus untuk rencana membeli tas tersebut, yang terpisah dengan Shopping Account reguler, dan menyisihkan Rp. 1,500,000 di reksadana pasar uang. Saya kasih nama Dream Bag Account!

  1. Menjual Tas Lama untuk Tas Baru

Karena kebutuhan membeli branded bag prioritasnya masih dibawah investasi untuk dana pendidikan, dana pensiun, atau beli rumah, maka saya lebih suka untuk punya aturan:”Satu tas lama untuk satu tas baru”. Misalnya, untuk rencana beli Prada Saffiano, saya akan menjual tas Herbag yang sejak dibeli hanya dipakai tidak lebih dari 20x. Artinya, Herbag bukan investasi yang baik untuk diri saya. Jadi, saya hanya perlu menabung Rp. 200 ribu/bulan, bukan Rp. 1,5 juta. Yeayyy!

Tas lama anda yang teronggok di lemari bisa jadi tas idaman orang lain. Daripada menumpuk tas yang tidak terpakai, jual tas lama anda. That’s why, belilah branded bag dengan model yang klasik dan popular, jika Anda memang berniat untuk menjualnya pada suatu hari.

  1. Bergabung dengan Forum Penyuka Branded Bag

Rajin berkomunikasi di forum sesama pecinta tas, yang membahas tentang tas, maka Anda akan mendapatkan informasi yang bisa membantu untuk mendapatkan tas idaman. Anda bisa melakukan jual-beli branded bag dari komunitas pecinta tas, dan biasanya Anda akan terhubung dengan seller yang terpercaya.

  1. Tantangan Satu Tas, Satu Investasi

Selain empat hal diatas, saya juga ingin mengajak Anda semua untuk punya gaya hidup Satu Tas, Satu Investasi. Maksudnya, jika Anda INGIN dan MAMPU untuk beli tas seharga 10 juta, maka saya wajibkan Anda untuk juga menambah dana investasi sebesar 10 juta. Kalau kata akuntan, harus seimbang tuh ember di kanan dan di kiri.

Memiliki kesukaan belanja branded bag menurut saya sangat sah, apalagi kalau Anda adalah kaum pekerja. Terkadang belanja girlie stuff menjadi salah satu reward positif atas hasil kerja keras kita. Tapi, tidak boleh dong Anda mendahulukan KEINGINAN ini dari KEBUTUHAN mempersiapkan dana pendidikan anak?

Live a Beautiful Life!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s