Evaluasi Keuangan Akhir Tahun

Akhir tahun adalah momen yang sangat baik untuk melakukan refleksi terhadap pencapaian selama setahun. Berbagai resolusi yang ditetapkan di awal tahun 2017 perlu dievaluasi apakah sudah tercapai atau tidak, termasuk urusan keuangan. Setidaknya ada 5 hal yang sebaiknya dievaluasi di akhir tahun, agar perencanaan keuangan Anda tetap berada pada jalur yang benar dan kondisi keuangan dapat terus sehat. Berikut ini daftarnya.

Pertama, penambahan aset selama tahun 2017. Apa yang sudah Anda punya dari awal tahun 2017 hingga sekarang? Apakah Anda berhasil meningkatkan saldo aset investasi, atau malahan meningkatkan saldo utang kartu kredit. Cara melakukan evaluasi adalah dengan membuat daftar semua aset investasi dan aset konsumsi yang dimiliki seperti tabungan, rumah, perhiasan, dan lainnya. Berikutnya, buat juga daftar saldo pinjaman yang belum lunas. Selisih antara jumlah aset dengan jumlah pinjaman merupakan kekayaan bersih Anda.

Kedua, evaluasi tujuan keuangan yang sudah tercapai. Tengok kembali catatan tujuan keuangan yang telah disusun di awal tahun 2017 silam. Misalnya: keluarga memiliki tujuan membeli rumah tinggal, atau memiliki tujuan menambah saldo tabungan, dan lainnya. Evaluasi tujuan keuangan mana saja yang sudah tercapai. Jika ada tujuan keuangan yang belum tercapai, kira-kira apa penyebabnya? Apakah tidak ada sumber dana untuk memenuhi tujuan atau ada hal kejadian lain yang mengganggu tercapainya tujuan tersebut.

Ketiga, evaluasi saldo dana cadangan. Dana cadangan yang ideal jumlahnya setara 3 bulan dikalikan dengan pengeluaran rutin. Sebagai contoh, apabila pengeluaran rutin keluarga sebesar Rp5 juta setiap bulannya, maka dana cadangan minimal yang perlu dimiliki adalah Rp15 juta. Dana cadangan tersebut perlu ditempatkan di rekening terpisah dari rekening untuk kebutuhan operasional.

 

Keempat, evaluasi proses menabung dan investasi setiap bulan. Setiap orang sebaiknya menyisihkan sebagian dari penghasilan yang diperoleh untuk menabung dan investasi. Harapannya, uang hasil tabungan dan investasi tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup saat masa pensiun atau sudah tidak lagi aktif berpenghasilan. Rasio menabung dan investasi yang sehat adalah minimal 1/10 dari penghasilan bulanan. Jadi, Anda disarankan untuk menabung dan berinvestasi minimal sebesar Rp1 juta setiap bulan apabila menerima gaji Rp10 juta.

Selain melakukan evaluasi terhadap proses dan kedisiplinan dalam menabung dan investasi, Anda juga sebaiknya melakukan evaluasi terhadap kinerja hasil menabung dan investasi hingga saat ini. Jika Anda memiliki portofolio aset investasi yang tersebar dalam beberapa jenis dan kelas aset, maka secara umum tingkat kenaikan aset akan bervariasi. Pengalihan aset investasi hanya perlu dilakukan apabila komposisi antara aset yang defensif dengan agresif sudah diluar batasan profil risiko investasi yang disarankan.

Kelima, evaluasi rasio berutang. Terkadang, untuk meraih beberapa tujuan keuangan berutang atau mengambil pinjaman menjadi salah satu strateginya. Hal umum adalah mengambil pinjaman untuk membeli rumah tinggal dan kendaraan. Berutang diperbolehkan asal sesuai dengan kemampuan keuangan. Rasio berutang yang sehat diperoleh dengan membagi penghasilan bulanan dengan angka 3. Misalnya, jika setiap bulan penghasilan sebesar Rp10 juta, maka maksimum cicilan utang yang sebaiknya diambil adalah Rp3,3 juta. Jika jumlah cicilan utang saat ini lebih dari 1/3 penghasilan bulanan, berarti Anda perlu melunasi sebagian utang yang dimiliki hingga cicilan utang turun ke batas sehat. Live a Beautiful Life!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s