Selamat Hari Ibu!

Selagi memandang anak-anak yang sedang terlelap dalam tidurnya, saya pun teringat bahwa bulan Desember hampir berlalu. The month of December is one of my favorite months of the year. My wedding anniversay, Arzie’s birthday, My Dad’s birthday, and of course there is Mothers Day.

Setelah menjadi seorang Ibu 8 tahun yang lalu, saya pun baru menyadari betapa kasih sayang seorang ibu itu luar biasa dahsyatnya. I really love my Mom, but I never thought that her love to me is even endless….

Mama, begitu ibu saya biasa disapa, selalu ada untuk saya kapan pun dan dimana pun. Meski saya sempat kuliah 2 tahun di Australia, saya ingat tidak pernah absen untuk menelpon (jaman itu masih pakai kartu telepon, belum ada BBM atau skype kayak sekarang 🙂 ) Mama paling tidak seminggu 2x. Meski dorongan dan ilmu yang luas tentang dunia finance banyak saya dapat dari Papa, tapi peran Mama dalam menjadikan saya seorang Financial Planner begitu besar.

Dari banyak hal yang telah Mama berikan kepada saya, ada beberapa kebiasaan yang sangat teringat di kepala saya & ternyata menjadi bekal berharga terutama saat saya mulai harus jadi Manajer Keuangan dalam rumah tangga. Ini dia…

1. Belajar mengelola uang sejak kecil
Penghasilan pertama selain uang jajan, saya dapatkan waktu masih SD. Kerap mengisi pertunjukan balet bersama Namarina, membuat saya dapat memiliki tambahan uang dari honor menari. Mama tidak mengajarkan saya untuk menggunakan uang itu 100% ditabung. Tapi, saya tetap diperbolehkan belanja mainan (Barbie kalau tidak salah ya..), nabung di Tabanas, dan masukkin sebagian ke kotak amal saat hari Jumat di sekolah.

2. Budgeting
Sejak kecil, saya sangat terbiasa melihat Mama membagi uang gaji dari Papa saya kedalam lebih dari 5 amplop. Yang saya ingat ada amplop listrik, amplop belanja dapur, amplop jajan, amplop bensin, dan amplop untuk ART. Ga sangka lho, ternyata melihat kebiasaan ini, saya pun selalu otomatis membagi penghasilan bulanan kedalam berbagai pos pengeluaran hingga sekarang. Tapi….ga pakai amplop lagi dong, tapi pakai pembagian rekening 🙂

3. Selalu bayar kartu kredit lunas!
Dari dulu Mama adalah fans berat kartu kredit, yang akhirnya menular juga ke saya. Tapi, saya juga ingat betul Mama bilang “harus selalu bayar lunas pas tagihan datang!”.

4. Pisahin Needs versus Wants
Kalau ingat jaman kecil hingga remaja, saya sering merasa orang tua kurang adil. Kok ya mau dapat mainan atau baju yang bagus sulit banget. Harus tunggu bagi rapor, tidak seperti beberapa teman saya di sekolah. Turns out, the ability to wait for a greater good is very important in order for us to reach our financial freedom. Apalagi di jaman serba konsumtif ini, jangan-jangan saya lebih pilih nyicil gadget terbaru atau nyicil paket liburan ke Eropa daripada nyicil buat rumah :p

Anyway, statistik pun berkata bahwa 83% uang keluarga dipegang oleh perempuan sebagai manajer keuangan dalam rumah tangga. Kebiasaan sederhana yang Mama ajarkan kepada saya sejak kecil ternyata artinya sangat jauh dari sederhana.

Last but surely not least, restu Ibu adalah nomor Satu. Ini dia yang kerap membuat saya merinding. Ga tau kenapa saya selalu percaya bahwa doa restu dari Ibu artinya sangat besar dalam hidup kita. Keberhasilan dan rezeki yang kita dapat pastilah merupakan kehendak Allah SWT, yang bisa berubah menjadi baik dengan bantuan doa. Ucapan adalah doa, begitu pun saat kesabaran saya dengan anak-anak sedang menurun, saya harus menahan diri untuk tidak mengucap hal yang buruk. Arzie dan Nizieta adalah titipan paling berharga yang Allah SWT berikan kepada kami. Menjadi manusia yang seperti apa kelak, tentu saja sebagian besar menjadi tanggung jawab kami sebagai orang tua….dan semua itu bisa dilalui dengan baik dengan bantuan doa 🙂

 And again, can’t thank her enough….

Terima kasih Mama…sudah memberikan banyak hal dalam hidup saya, yang tentu saja masih sangat jauh buat saya membalasnya. As we love our children, we then can understand the love of our parents…..

Selamat Hari Ibu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s