Wujudkan Mimpi Liburan dengan Uang Kembalian

Saya selalu percaya bahwa keberhasilan seorang dewasa dalam mengelola penghasilan yang diterima dari kerja, bonus, atau jatah suami hehe, ditentukan dari bagaimana mereka ter”expose” dengan uang sejak kecil. Menabung, Belanja, dan Beramal…adalah 3 hal yang bisa kita ajarkan sedini mungkin kepada anak-anak, murid, atau keponakan, yang pastinya akan jadi bekal berharga untuk mereka (dan kita juga ho…) dalam mencapai kehidupan yang indah dan sejahtera kelak.

Salah satu ajaran dari orang tua yang masih teringat dengan jelas di kepala saya adalah menabung di Tabanas….coba, deh yang ngerasa satu generasi sama diriku, masih ingat ga dengan buku cokelat abu-abu ini?

Cerita Arzie

Arzie, yang saat ini berusia 7 tahun, sudah mulai menabung sejak tahun 2007 (atau kira-kira saat usia 3 tahun). Nah, ceritanya waktu itu Arzie ingin sekali bisa liburan ke Disneyland Hong Kong. Akhirnya, oleh si Ayah, dibuatkan lah satu celengan bergambar Disney Cars yang ditulis didepannya “Arzie goes to Disney Hong Kong 2009”.

Darimana Arzie ngumpulin uangnya? Semua uang kembalian dari mulai koin sampai uang kertas dikumpulin sama dia. Kembalian belanja Arzie sendri, Bunda, Ayah, Eyang-eyang, sampai ke pak supir yang disuruh untuk kasih sisa uang parkir. Tidak lupa juga saat Arzie mendapatkan uang “salam tempel” saat Lebaran. Kegiatan ini dilakukan oleh Arzie dengan tekun, hingga tiba saatnya untuk mengintip hasil celengan di tahun 2009.

Arzie dan harta karun nya..

Gimana hasilnya? Ternyata hasil ngumpulin uang kembalian lumayan juga lho, sampai juga angkanya tembus Rp. 1 juta! Saya pun mengajak Arzie ke salah satu Bank yang punya produk Tabungan Junior, untuk membuka tabungan dan menyetor uang-uang itu (Yes! semua koin dan kertas ituuu….) sebagai setoran pertamanya. Btw, ini foto Arzie saat mulai nabung…masih kecil banget ya?

Setoran pertama menabung

Meski girang, saya pun harus memberitahu Arzie bahwa uang yang sudah terkumpul masih belum cukup untuk bisa membawa Arzie ke Disney Hong Kong. Pilhannya 2: mau jalan-jalan ke tempat lain yang biayanya lebih murah atau mau tunda liburan ke HK & terus ngumpulin uang. Ternyata, Arzie pun memilih untuk terus menabung sampai uangnya cukup.

Singkat cerita, Alhamdulillah Arzie akhirnya bisa pergi ke Disney Hong Kong di tahun 2012 ini. Meski beli tiket, akomodasi, dan makan jadi tanggung jawab Ayah dan Bunda, Arzie pun membawa uang hasil tabungannya sebagai uang saku tambahan untuk belanja di Disneyland. Disana, Arzie mengambil keranjang belanja sendiri dan mengisinya dengan penuh mainan dan permen-permen.

Saya pun tanya,”Mau ngapain aja mas beli sampai sebanyak itu?”….

dan Arzie menjawab,”Iya bun, ini yang buat aku. Dan yang lainnya oleh-oleh buat teman-teman di sekolah dan di tempat pengajian, buat anaknya Pak Imron, sama buat si Ipah…kan Arzie bisa pergi kesini, tapi temen-temen ngga. Jadi, aku pengen kasih ini buat semuanya.”….

and I just smiled back and said,”I’m so proud of you….Kalau kita bersyukur Mas, Insya Allah rezeki kita akan ditambah lagi oleh Allah SWT.” πŸ™‚

I’m buying my own Sunnies, bunda πŸ™‚

Dari cerita ini, sebagai orang tua terus terang saya juga belajar dari Arzie…

  1. Saya belajar bahwa kalau kita punya keinginan, OK saja kok! Tapi, kita harus punya rencana untuk mewujudkannya.
  2. Saya belajar jika rencana belum bisa terlaksana sesuai dengan plan awal, tidak masalah kok untuk menunda. Selama akhirnya impian tersebut bisa tercapai.
  3. Saya belajar kalau menabung itu mudah! Hanya dengan selembar atau sekoin sehari…It’s not always the amount that matters, but the willingness and discipline πŸ™‚
  4. Saya belajar bahwa saat sedang senang, harus ingat juga untuk terus bersyukur dan berbagai dengan teman. Karena hidup ini kan seperti roda ya….Jika diatas kita harus bersyukur, jika dibawah kita harus bersabar.
  5. And the most important thing is….saya belajar kalau anak ini tumbuh dengan cepat dan tanpa kita sadari.

Everyday, we invest in the memory bank of our children…..Live a Beautiful Life!

2 thoughts on “Wujudkan Mimpi Liburan dengan Uang Kembalian

  1. Nice write Bunda Prita :). Kalau boleh menambahkan, sebetulnya dari tulisannya lebih dari sekedar Menabung, Belanja dan Beramal karena prosesnya dimulai dari Merencanakan (sebuah liburan), Bekerja (Mengumpulkan uang recehan dari Eyang, Tante, Supir dll itu), Menabung (Untuk anak-anak yang lebih dewasa ditambahkan dg investasi), Belanja (Pergi Ke Disney Land) dan Beramal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s